Menutupi Aib dan Menjaga Lisan

A : tau nggak, si sofi kemaren ........ (sensor) loh !
B : ah, masak iya sih, nggak mungkin ah .
A : iya, ada buktinya kok .
B : perasaan dia nggak kliatan kaya gitu deh .
A : keliatannya aja kan, hari gini jangan percaya penampilan luar nonnn
B : wah, gitu ya, ntar coba aku tanya yang lain deh .
A : iya, harus itu . kalo perlu kita sebarin aja berita ttg sofi .


misalkan kita jadi si sofi yang kebetulan ada di deket TKP, pastinya kita bakal ngerassa gimana gitu kan, apalagi kalo kita bener2 ga ngelakuin hal kaya yg mereka bicarain . mesti deh paling nggak kita bakal mikir "Helllooooooooh, tanya langsung ke orangnya ga brani ya, jaman kaya gini masih aja percaya kabar burung . bangga ya kalo udah nyebarin macem2?? "

nggak munafik juga, siapapun pasti dongkol kalo digituin :)

padahal ..

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا
وَاْلآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فيِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ ..

“Siapa yg melepaskan dari seorang mukmin satu kesusahan yg sangat dari kesusahan dunia niscaya Allah akan melepaskan dari satu kesusahan dari kesusahan di hari kiamat.
Siapa yg memudahkan orang yg sedang kesulitan niscaya Allah akan memudahkan di dunia dan nanti di akhirat.
Siapa yg menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aib di dunia dan kelak di akhirat.
Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya.”

kalo kita membuka aib saudara kita, maka Allah akan membuka aib kita saat kiamat.
tapi kalo kita nutupin aib saudara kita, Allah juga bakal nutupin aib kita di hari kiamat ntar .

Sebagaimana disebutkan dlm hadits Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلِ اْلإِيْمَانُ قَلْبَهُ، لاَ تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِيْنَ، وَلاَ تَتَّبِعُوْا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعِ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَوْرَاتِهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ
“Wahai sekalian orang yg beriman dgn lisan dan iman itu belum masuk ke dlm hatinya.
Janganlah kalian mengghibah kaum muslimin dan jangan mencari-cari/mengintai aurat mereka.
Karena orang yg suka mencari-cari aurat kaum muslimin Allah akan mencari-cari auratnya.
Dan siapa yg dicari-cari aurat oleh Allah niscaya Allah akan membongkar di dlm rumah .”

Dari hadits di atas tergambar pada kita betapa besar kehormatan seorang muslim. Sampai-sampai ketika suatu hari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma memandang ke Ka’bah ia berkata:
مَا أَعْظَمَكِ وَأَعْظَمَ حُرْمَتَكِ، وَالْمُؤْمِنُ أَعْظَمَ حُرْمَةً عِنْدَ اللهِ مِنْكِ
“Alangkah agung engkau dan besar kehormatanmu. Namun seorang mukmin lbh besar lagi kehormatan di sisi Allah darimu.”


jadi kalo kita mau kejelekan kita ditutupi, kita juga kudu bisa nutupin kejelekan orang lain . apa lagi sesama muslim . yaaa paling enggak nggak 'menggunjing' lah . apa susahnya sih agak diem n jaga lisan ?:)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَسْتُرُ اللهُ عَلَى عَبْدٍ فِي الدُّنْيَا إِلاَّ سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Tidaklah Allah menutup aib seorang hamba di dunia melainkan nanti di hari kiamat Allah juga akan menutup aibnya.”
nahh, kalo hadits yang iini, ada dua kemungkinan :
 Pertama: Allah akan menutup kemaksiatan dan aib dgn tdk mengumumkan kepada orang2 yg ada di mauqif .
Kedua: Allah Subhanahu wa Ta’ala tdk akan menghisab aib dan tdk menyebut aib tersebut.
tapi, kemungkinan pertama yang paling kuat.

Hadits yg dimaksud adl hadits dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma ia berkata “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللهَ يُدْنِي الْمُؤْمِنَ فَيَضَعُ عَلَيْهِ كَنَفَهُ وَيَسْتُرُهُ فَيَقُوْلُ: أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا، أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا؟ فَيَقُوْلُ: نَعَمْ، أَيْ رَبِّ. حَتَّى إِذَا قَرَّرَهُ بِذُنُوْبِهِ وَرَأَى فِي نَفْسِهِ أَنَّهُ هَلَكَ، قَالَ: سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِي الدُّنْيَا، وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ. فَيُعْطِي كِتَابَ حَسَنَاتِهِ ..
“Sesungguh Allah mendekatkan seorang mukmin lalu Allah meletakkan tabir dan menutupi si mukmin .
Allah berfirman ‘Apakah engkau mengetahui dosa ini yg pernah kau lakukan? Apakah engkau tahu dosa itu yg dulu di dunia engkau kerjakan?’
Si mukmin menjawab: ‘Iya hamba tahu wahai Rabbku .’
Hingga ketika si mukmin ini telah mengakui dosa-dosa dan ia memandang diri akan binasa krn dosa-dosa tersebut Allah memberi kabar gembira padanya: ‘Ketika di dunia Aku menutupi dosa-dosamu ini dan pada hari ini Aku ampuni dosa-dosamu itu.’
Lalu diberikanlah pada catatan kebaikan-kebaikannya”

Allah berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, nescaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenengan yang besar” [Al-Ahzab : 70-71]

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadirs” [Qaf : 16-18]

Begitu juga firman Allah Ta’ala.

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesunguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata” [Al-Ahzab : 58]

Jaga lisan yuk :)

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Breath, Think, Evil, Angel, Survive, Here !

..

Followers

Contact Form






Back
to top