Manfaat Kecipir Bagi Kesehatan :)

Bagi masyarakat Jawa, kecipir bukanlah hal yang asing. Karena tanaman yang aslinya berasal dari Indonesia bagian timur ini cukup banyak diolah menjadi berbagai masakan, termasuk menjadi salah satu sayuran pelengkap pecel dan urap. Kecipir atau nama latinnya Psophocarpus tetragonolobus juga dikenal dengan berbagai nama, misanya di Sumatera orang menyebutnya kacang botol, di Sunda  orang menyebutnya jaat, di Bali orang menyebutnya kelongkang, dan lain sebagainya.

 
Tanaman kecipir merupakan tanaman merambat yang membentuk semak. Agar dapat tumbuh meninggi, dalam penanamannya biasanya diberi penyangga atau para-para. Kelopak bunga kecipir biasanya berwarna biru pucat, dapat dipakai sebagai pewarna makanan alami. Bentuk buahnya cukup unik, yakni berbentuk segi empat dengan sudut agak bersayap. Bijinya bulat dan berwarna coklat.
Kandungan protein pada bijinya menyamai kandungan protein pada biji kedelai.

Dirunut dari asalnya, seperti dirilis
komunitascintatanaman.blogspot.com disebutkan kecipir berasal dari Indonesia bagian timur. Maka tak heran, di Minang pun ia tumbuh dengan sangat gampang. Rata-rata ditanam di pekarangan, tepatnya sebagai penutup pagar.

Kecipir di daerah Sumatra lainnya juga dikenal dengan nama kacang botol atau kacang belingbing / kacang embing. Sementara ada juga disebut dengan nama jaat (Sunda), kelongkang (Bali), biraro (Ternate), dan cubilet (Banda). Sementara orang Inggris menyebutnya Winged bean.

Dibanding dengan hasil produksi kacang tanah, produksi kecipir cukup menjanjikan. Produksi kecipir mencapai 2.380 kg /ha, sedangkan kacang tanah dan kedelai masing –masing hanya 1.000 kg /ha dan 900 kg/ha ( Rismunandar,1986 ).

Kecipir termasuk tanaman tahunan, menjalar di atas tanah atau merambat pada tanaman lain atau dapat juga dibuatkan penyangga untuk merambat, bunga mampu menyerbuk sendiri. Kecipir cocok ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi (sampai ketinggian 1600 m dpl).

Ia bisa hidup di tanah dengan bahan organik rendah, lempung, berpasir, maupun tanah kering. Batangnya bulat beralur, beruas dan berwarna hijau.

Sementara daunnya majemuk berbentuk segitiga, beranak daun tiga, ujung lancip pangkal tumpul. Tepi rata dengan panjang kurang lebih 7- 8,5 cm pertulangan menyirip, dan letak berseling. Tangkai daun bulat beralur, bagian atas berlekuk memanjang, pangkal dan ujung menebal , berwarna hijau dengan noda-noda kuning.

Kecipir berakar tunggang dan berwarna putih kecoklatan. Buahnya berpolong dengan 4 siku yang bersayap atau bergelombang. Untuk bijinya berbentuk bulat warna hitam kecokelatan. Memiliki kulit biji keras karena mengandung hemiselulosa dan selulosa.

Gizi dalam kecipir mencakup karbohidrat dan protein. Biji kecipir tua, komposisi gizinya paling baik. Mengandung protein, lemak , karbohidrat, vitamin dan mineral cukup tinggi dibanding polong muda, umbi maupun daunnya. Protein dan karbohidrat biji kecipir bahkan mengungguli kacang tanah dan hampir setara kacang kedelai.

Ia juga kaya akan asam amino yang hampir sama dengan kedelai, sebagai sumber protein yang baik. Namun pada biji kecipir juga kekurangan asam amino seperti sistein, methionin, triftofan, sehingga pemanfaatan protein oleh tubuh kurang efisien.

Kecipir kaya akan asam amino lisin mencapai 413 – 600 mg per 100 g N, sedang pada kedelai hanya 399 mg per 100 g N. Asam amino lisin berperan penting dalam proses pertumbuhan. Untuk menutupi kekurangan asam amino lisin dapat dikombinasikan bahan pokok lain seperti beras, jagung, dan umbi-umbian, karena itu biji kecipir layak dijadikan lauk dalam hidangan.

Sementara juga diketahui banyak mengandung vitamin seperti betakaroten, thiamin, riboflavin, niasin, asam askorbat. Tokoferol dalam minyak biji kecipir dapat mengkatalis Vitamin A.

Sedangkan mineral yang terkandung didalamnya mencakup kalsium (2,3 g), magnesium (2,25 g), kalium (1,10 g), fosfor (4,5 g)dan besi (10,8 g dapat mengatasi /mencegah anemia) Baik untuk ibu hamil maupun menyusui.

Biji kecipir menghasilkan bau langau sehingga hasil olahan makanannya belum dapat diterima masyarakat luas. Bau langau disebabkan oleh aktivitas Enzym lipoksigenase yang secara alami terdapat pada kacang-kacangan.

Perendaman biji selama empat jam diikuti dengan pengukusan pada suhu 100 derajat celcius selama 10 menit, sudah cukup untuk menginaktifkan enzym lipoksigenase dan memperbaiki bau pada olahan.

Untuk penjagaan kesehatan kecipir bisa sebagai pelangsing tubuh dan gairah seksual. Pada masyarakat Arab, Pakistan dan Cina, biji kecipir dapat dijadikan obat tradisional yaitu untuk kesehatan kulit, pelangsing tubuh dan peningkat gairah seksual.

Selain itu juga untuk obat sariawan. Di Indonesia umbi kecipir dapat dijadikan sebagi obat sariawan, dengan cara ditambah gula batu.

Untuk obat kebugaran tubuh dan pemulih energi juga bagus. Daun kecipir yang berwarna gelap dapat dijadikan sebagai obat pemulih energi / kebugaran tubuh.

Sebagai penurun LDL dan menaikkan HDL juga mantap. Selain protein, lemak biji kecipir relatif tinggi sekitar 15-20 %. Sekitar 71 % nya merupakan asam lemak tidak jenuh, terutama asam linoleat, Asam linoleat merupakan asam lemak tidak jenuh omega 6.
Asam lemak omega 6 (dari biji-bijian) dan omega 3 (ikan laut) dibutuhkan untuk kesehatan tubuh yang prima. Lemak dalam kecipir terdiri atas asam lemak tak jenuh yang bermanfaat menurunkan kadar total kolesterol. Sementara lemak yang bisa meningkatkan kadar kolesterol adalah lemak jenuh yang banyak terdapat pada daging.

Lemak tak jenuh mampu menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan HDL. LDL disebut kolesterol jahat karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah, LDL merupakan pembawa kolesterol terbanyak, yaitu kurang lebih 60 persen dari total plasma , HDL disebut kolesterol baik, HDL dapat membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati.

Sebagai tanaman pangan multimanfaat, semua bagian kecipir dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Buahnya /polong yang masih muda, bunganya dapat dijadikan sayur atau sebagai lalap , direbus atau dicampur sayuran lain sebagai sayur asam, sayur
lodeh, urap, karedok, pecel, gado-gado, ditumis atau dioseng dibuat salad atau sup. Disamping dapat dibuat sayur bunga kecipir dapat diolah menjadi bumbu, rempah-rempah, permen, dan bahan pewarna alami.

Sementara bijinya sama dengan biji kacang kedelai atau kacang-kacangan yang lain biji dapat diolah menjadi tempe . Pembuatan tempe kacang kecipir yang dikombinasi dengan beras dapat diolah menjadi tempe yang tinggi protein.

Sedangkan umbi, rasanya agak manis, daging berwarna putih gading, berserat kokoh seperti apel tetapi bau kurang sedap. Umbi ini dapat dolah sebagai bahan pangan yang kaya akan zat gizi.


Manfaat tanaman kecipir :
  1. Obat tetes mata dan telinga. Siapkan beberapa daun kecipir, lalu rebus dengan sedikit air bersih sampai mendidih. Setelah dingin teteskan ke mata dan telinga.
  2. Mengobati bisul. Campur perasan daun kecipir dengan adas pulosari, kemudian oleskan pada bisul.
  3. Penambah nafsu makan.
  4. Pengganti daging. Penelitian para ahli menemukan bahwa kandungan kalori, protein, lemak dan karbohidrat dalam kecipir jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan zat tersebut dalam daging.
  5. Sebagai antioksidan. Minyak kecipir mengandung tokoferol yang berfungsi sebagai zat antioksidan yang sangat baik untuk ibu hamil dan menyusui. Ibu hamil dan menyusui disarankan mengkonsumsi kacang-kacangan seperti kecipir ini untuk mencegah anemia.

sumber: 
http://hendrinova.blogspot.com/2012/04/langsing-berkat-kecipir.html
http://www.rumahbunda.com/nutrition-health/kecipir-sayuran-kaya-manfaat/

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Breath, Think, Evil, Angel, Survive, Here !

..

Followers

Contact Form






Back
to top