Adolescence?

Pepatah bilang "buah tidak jatuh jauh dari pohonnya". Saya harap begitu. Karna harus memasang topeng "orang baik" instead of "kamu bukan orang yang benar-benar baik" itu melelahkan. Sama kaya meme-meme instagram or facebook yang bunyinya "dibalik 'gapapa' nya cewek itu nyeremin"(note: ini bukan posting tentang gloomy romance lho ya -_- I warn you, its all about psychology)

Perempuan itu mood nya sering naik turun mirip roller coaster. Pas lagi seneng walaupun gaada angin gaada hujan, girangnya minta ampun. Pas lagi sedih, mau pangeran arab lagi ngelamar dia juga gabakal ngaruh. Bakal tetep nangis bombay. Pas lagi jatuh cinta, tetep stalkingin semua sosmed si 'doi', walopun dia tau si 'doi' udah nikah or something. Pas lagi putus cinta, bakal down kaya manusia yang paling nelangsa di dunia, padahal dia masih bisa makan dan ga busung lapar karna kemiskinan. Alay sih perumpamaannya, but still. Itulah perempuan. Bukan wanita dewasa.

Mendewasa.
Dewasa?

Beda, antara 'cewek' dengan 'wanita'. Tau apa bedanya? Aku sendiri baru tau setelah browsing, nih intinya:

Fase adolescence (remaja), mulai usia 11 dan 13 tahun sampai usia 21 tahun, yang dibagi atas tiga masa, yaitu:
1) Fase pre adolescence, mulai usia 11 – 13 tahun untuk wanita, dan usia-usia sekitar setahun kemudian bagi pria
2) Fase early adolescence, mulai usia 13 – 14 tahun sampai 16 – 17
3) Fase late adolescence, masa-masa akhir dari perkembangan seseorang atau masa ketika seseorang menempuh perguruan tinggi (Elizabeth B. Hurlock)

Periode IV dalam tahap perkembangan manusia: umur 18 tahun keatas. Tahap pendidikan tinggi, ditujukan kepada seluruh mahasiswa-mahasiswa perguruan tinggi yang menyediakan diri untuk kepentingan dunia. (Montessari)

Fase kematangan umur 13 -21 tahun, yaitu anak mulai menyadari kekurangan dan kelebihannya dan menghadapinya dengan sikap yang sewajarnya. Ia mulai dapat menghargai pendapat orang lain, dapat memberikan toleransi karena ia menyadari bahwa orang lain pun mempunyai hak yang sama. Masa inilah yang merupakan masa kebangkitan atau terbentuknya kepribadian menuju kemantapan (Oswald Kroch)

Itu tuh, pemikiran Oswald yang nampol banget (menurutku) Why? These are the reason why:
1. "Menyadari kekurangan dan kelebihannya dan menghadapi dengan sikap sewajarnya" 
Related to me, emang bener sih di umur segini kita udah nemuin apa kekurangan kita dan kelebihan juga. Tapi mengadapi dengan sikap sewajarnya? Ga semua orang bisa ngelakuin itu. Ralat. Ga semua orang bisa ngehadapin satu dua hal buruk dalam dirinya. Manusia bisa ngehadapin sifat-sifat buruknya dengan sikap yang wajar, namun ga ke semua sifat buruknya. Naaah, disini aku dibikin pusing sendiri sama statementku. Lalu kenapa orang dewasa itu ada yang benar-benar bersahaja? Layaknya gapunya kekurangan? Ternyata fase kematangannya Oswald hanya sampai umur 21 saja, setelah itu manusia mendapatkan banyak pengalaman, tapi dengan "diri yang siap menerima". Jadi aku agak ga setuju kalau di fase kematangan versi Oswald manusia udah dapat menghadapi sikap dengan sewajarnya. Karna ada di antara wanita(aku bahas lebih spesifik ke wanita nya aja ya hehew) yang kadang "undercontrol", moody, down pas lagi banyak masalah, dan sebagainya. Nanti aku jelasin di bawah kenapa aku ga setuju sama "menghadapi dengan sikap yang sewajarnya"
2.  "Mulai dapat menghargai pendapat orang lain, dapat bertoleransi"
Yup. Kita semua di masa ini pasti akan mulai mengaplikasikan "tepo sliro" alias "tepakno marang sliramu" alias "coba deh jadi dirimu, kamu mau ngga kalo digituin?" something like that. Kalo kita mau didenger, kita harus juga ngedengerin. Kalo kita mau dilihat, kita juga harus bisa ngelihat orang lain. Kalo kita mau di'puji', kita juga harus 'memuji' orang lain. Kalo kita gamau dibentak, ya jangan ngebentak orang lain. Kalo gamau disindir, ya jangan suka nyindir. Intinya begitu deh maksud dari "tepo sliro" yang masih satu genus sama toleransi. Dan bener banget perasaan ini terjadi di umur 13-21
3. "Masa inilah yang merupakan masa kebangkitan atau terbentuknya kepribadian menuju kemantapan"
Naaah, ini nampolnya.  Apa sih yang sebenernya kita cari waktu SMA? Kita milih jurusan di SMA atas dasar gengsi, biar hitz, disuruh orang tua, ikut-ikutan, atau bener-bener sesuai passion? I bet tidak banyak murid SMA di Indonesia ini yang milih jurusan berdasarkan minat dan bakatnya BENERAN. Bahkan aku sendiri, sempet masuk kelas bahasa satu hari, lalu pindah ke kelas IPS. Ini, menunjukkan kelabilan remaja di usia segitu. Oke, ga semua remaja itu labil, karna ada yang udah mendewasa sebelum umur yang ditetapkan sama teori-teori. Faktornya banyak, bisa karna masalah keluarga lalu dia bisa berfikir lebih dewasa, bisa karna yatim piatu jadi dia harus segera mendewasa, bisa juga karna masalah ekonomi, dsb. Alhamdulillah, aku diberi Allah banyak nikmat (yang sadar gasadar banyak juga yang aku kufur terhadapnya), yang malahan sampe sekarang justru gatau udah dewasa (dari segi pemikiran dan sikap) atau belum. Dan aku malu, sama temen-temen yang dengan berbagai masalah dihidupnya, malah bisa dewasa lebih cepat :(
That's why ini nampol banget. FYI aku abis nangis bombay gara-gara "masalah kecil", mau ngeluh gabisa, mau marah gabisa, mau shalat juga lagi gabisa, mau curhat sama siapa? *lhoo malah curcol* Di masa ini secara ga langsung Oswald menuntut kita untuk bangkit dan memantapkan diri. Udah nemu tuh apa yang disebut dengan jati diri. Hakekat diri juga. Jadi emang cocok, kalo ada kata-kata "dewasa itu pilihan, ga ditentuin oleh umur" That's deeply really right. (Apasih nulis bahasa inggris salah aja gaya banget dah)
So, buat yang masih di umur 18-19 kaya aku, gapapa semangat aja. Temuin passion kita, dan kasih "rem" buat diri sendiri. Apapun itu. Rem kalo mau marah, rem kalo mau males, rem biar ga ragu-ragu, rem biar ga nunda kebaikan, etc. (Ini advice nya pak Rifqi, ah, how I miss Kursus Karakter smh!)

Fase Adolescence menurut Zakiah Darajad:
1. Kemampuan berpikir opersional formal nampaknya mencapai kematangan, sehingga mampu menyusun rencana-rencana, menyusun alternative dan menentukan pilihan dalam hidup dan kehidupannya. 
2. Sikap dan perasaan relative stabil inilah yang paling mencilok perbedaannya dengan fase prareaja atau remaja.
3. Kalau dilihat dari segi perkembangan pribadi, social dan moral, maka fase adolescence berada dalam periode krisis. Karena mereka berada diambang pintu kedewasaan. Kematangan konsep diri, penerimaan dan penghargaan soial oleh orang dewasa sekitar serta keharusan bertingkahlaku sesuai dengan nilai-nilai moral yang ada pada kelompok orang dewasa menjadi tanda Tanya besar bagi mereka (adolescence), apakah dia sudah mampu menjadi orang dewasa dengan segala tugas dan tanggung jawabnya. (Zakiah Darajad) 

Browsing lagi, dapet ini nih yang bakal ngejelasin kenapa remaja itu labil:
1. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Dari segi kondisi sosial, peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja, misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak, mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu, dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang duduk di    awal- awal masa kuliah. Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat, baik             perubahan internal seperti sistem sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang    lain. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang.
Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja, maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. Perubahan juga terjadi      dalam hubungan dengan orang lain. Remaja tidak lagi berhubungan            hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama, tetapi juga dengan lawan     jenis, dan dengan orang dewasa. 
Perubahan nilai, dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa. 
2.    Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Di satu sisi mereka menginginkan kebebasan, tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebasan tersebut, serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul tanggung jawab tersebut.
3. Sikap tertutup kepada orang dewasa, terutama dalam memecahkan segala permasalahan yang dihadapinya, merupakan salah satu sikap yang kuat dalam masa remaja akhir, khususnya pada paruh awal masa. Hal ini terjadi akibat adanya keinginan mereka untuk menentuka sikap, dan menjadi independen, dan memecahkan segala permasalahannya tersendiri. (pernah ga sih sungkan curhat ke ortu? padahal ortu bakal siap dengerin dan ngasih solusi terbaik ke kita. tapi tetep, kita sendiri yang pengen memendam cerita dan masalah, agar supaya ortu ga khawatir :') yakan?)


That's why remaja-especially cewe-itu labil. That's why cewe sering bilang "gapapa" padahal hatinya kenapa-napa. That's why kita lebih suka pasang senyum palsu ketimbang harus cerita masalah kita ngalor-ngidul, yang gak akan ada orang yang bener-bener peduli, even kita nangis gara-gara masalah gede banget.
Aku baru nyadar juga tentang perkataan Sayyidina Ali yang artinya kurang lebih "Jangan ceritakan tentang dirimu pada siapapun, orang yang membencimu tak akan percaya dan orang yang menyukaimu tak akan peduli" Ini banyak kaitannya dengan menjaga mulut kita dan menjaga attitude juga. Mulutmu harimaumu!

Oke Skip.

Lalu gimana cara kita, or kiat-kiat yang bisa kita lakuin dalam menghadapi diri di fase adolescence ini? Aku males blogwalking untuk solusinya wkwk, next time aku ulas. Sekarang solusinya based on my experiences ya:
1. Make sure kamu mencoba relax pas lagi banyak fikiran, apalagi pre-mens, mens, and post-mens. Alihkan perhatianmu ke hal-hal untuk mempercantik diri. Contohnya spa (ini bagi yang lagi banyak duit or abis gajian), maskeran, hair treatment dirumah, dsb.
2. Lakuin hobimu! Lupain sejenak masalah sama kesibukanmu, coba untuk fokus ke hobimu, yang pastinya bakal naikin mood lebih dari 50%!
3. Cari orang dewasa yang baik sebagai panutan, supaya kamu selalu semangat dan termotivasi dari dia. At least biar kamu ga keluar dari koridor 'yang baik'
4. Diskusi sama temen tentang hal yang kamu suka. Atau bisa juga diskusi tentang fase adolescence yang lagi kamu jalani. Eits, tapi jangan banyak-banyak. Ntar kebablasan jadi curhat tentang masalah kamu dong. Curhat pas ada masalah boleh aja, tapi ga semua masalah harus dicurhatin. Bisa jadi temen yang kamu curhatin malah tambah nyudutin kamu. Yakan? Kembali ke perkataan sayyidina Ali tadi. Inget-inget terus :)

Oke, ngalor ngidul ya? Gapapa lah. Karna awalnya aku bukan mau nulis tentang psikologi perkembangan ini, tapi karna satu dan lain hal, tulisan ini kudedikasikan untuk yang lagi sedih, marah, moody gajelas di umur segini (17-21). Tips terakhir!
Wajar kok kalo kamu ngerasa tiba-tiba down, murung, moody, sedih, ngerasa gabisa apa-apa, ngerasa sebel sendiri, minder, ngerasa 'kenapa aku gini banget ya', itu wajar. Apalagi pas lagi banyak masalah eksternal. Emang bikin runyam. Tapi, itu wajar :) Semua orang ngalamin fase ini. Ini adalah cara Allah buat ngajarin kita supaya lebih kuat dan berprinsip. Percaya kan kalo Allah itu Al-Lathif? Yang Paling Lembut atas segalanya, semua. Termasuk hidup kita. Allah paling detil skenarionya atas jalan hidup kita. So, La Tahzan and Semangat!! Wallahua'lambisshawab.


CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Breath, Think, Evil, Angel, Survive, Here !

..

Followers

Contact Form






Back
to top