Kursus Karakter (KK1) - PART 2


I'm back!  after a long long way, halah

Kemarin di PART 1 udah bahas materi dan my first impression KK1 juga materi-materi dari Bapak Sulthoni. Sekarang, ini ceritanya masih di hari yang sama, hari pertama. Materi keduanya dari Bapak Dosen hitz yang awet muda banget, keren, inspiratif: Bapak Rifqi Aulia Erlangga. Bener-bener ngefans berat sama pak Dosen ini dah. Beliau itu, gabakal bisa dideskripsiin pake kata-kata. Ntar baca aja deh di bawah, pasti bisa nyimpulin seberapa baik dan hebatnya beliau. Kalau misalkan ada fansclub RIFQIHOLIC, aku pasti udah ngajuin diri jadi ketuanya dah wkwk.

Beliau mengusung tema: ETIKA DI RUANG PUBLIK
Dengan baju dan gaya yang amat kekinian (FYI beliau ini mantan penyiar radio dan sekarang pembawa acara di salah satu stasiun TV nasional), Pak Rifqi mengajak kita untuk bisa bersosialisasi dan membangun relasi dengan baik.

"Define urself!" Begitu kata beliau.  Ini nih kiat-kiat yang disampaikan Pak Rifqi buat mengoptimalkan dirimu:
(1) Self development! (how to 'menjual' dirimu)
Gimana caranya biar kamu bisa lebih berkapabilitas? Gimana juga biar kamu bisa berkembang dan ngga flat gitu-gitu aja? Pak Rifqi menawarkan solusinya yaitu dengan 1. read 2. meet more people and learn from them. Why? Membaca itu nambah wawasan, biar kamu bisa nyambung diajakin ngomong tentang apa aja. Biar otak juga banyak isinya, banyak ilmunya. Inget ayat al-Qur'an yang pertama? "IQRO'!" "Bacalah!" Perintah Allah pertama kali itu ya untuk membaca, menambah ilmu. Apapun ilmunya. Kita harus banget jadi manusia yang "super kepo" sama ilmunya Allah. Inget juga ngga sama doa "Rabbana maa kholaqta haadza baathila......."? Ngga ada tuh di dunia ini yang diciptain Allah sia-sia. Termasuk read and meet more people!
(2) Emotionally well-controlled - PUASA
What does it mean? Apa hubungannya antara puasa dengan pengembangan diri? Puasa kan menahan tuh, menahan semua nafsu, amarah. Well, disini konteksnya beda. Puasa dalam hal: ngadepin orang. Siapapun itu, bagaimanapun sifatnya. Kita musti kudu harus wajib fardhu 'ain: ngempet dan ndue usus sing dowo ketika berhadapan sama orang lain. Karena, kita akan nemu banyak orang dengan watak beda-beda. Bahkan sama yang kita benci atau yang benci kita. Ngampet aja deh. Sabar pokoknya. Disakiti? Kasih senyum aja. Lemah teles, gusti Allah sing bales. Emotionally well controlled ini mendesain hati kita biar ngga gampang meledak-ledak, dan selalu senyumin semua keadaan. Cielah. "Kamu dinilai dari bagaimana kamu menghadapi orang yang 'grade'-nya di bawah kamu"
(3) Spiritual Intention
"Rahmatan lil 'alamin" That's the main point. Pokoknya, semua yang kita lakukan ini, ujung-ujungnya, baliknya juga ke Allah. Jadi rahmat bagi seluruh alam emang udah fitrah kita sebagai manusia. Kita berbuat baik, karena Allah memang menyuruh kita untuk itu. Kita nolong orang, itu karna harus, bukan urusan sama manusia, ini urusannya udah ke Allah langsung. Niatkan, ikhlas, tulus, lilLahita'ala.

Next time bakal aku ceritain lagi tentang PUBLIC SPEAKING, tips dan triknya, masih dari Bapak Rifqi. See u soon. Sekarang udah capek hehew :3

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Breath, Think, Evil, Angel, Survive, Here !

..

Followers

Contact Form






Back
to top