Mendampingi Anak di Dunia Maya



Siapa yang tak kenal Facebook?  Youtube? Atau Clash of Clans? Sebagian besar usia muda di Indonesia sangat akrab dengan berbagai fitur hasil karya kecanggihan internet ini. Bagaimana tidak? Hampir setiap orang memiliki handphone yang menawarkan kemudahan akses internet. Lahan permainan anak-anak pun beralih. Mereka lebih senang duduk diam di rumah, sambil menggeser-geser layar touchscreen ajaib miliknya. Jaringan internet amatlah luas dan banyak hal yang dapat diakses anak anak. Sehingga terkadang tidak ada penyaringan atas situs yang akan dibuka. Tidak jarang kita temukan konten seperti iklan yang mengarah pada kekerasan, SARA, hingga pornografi. Disinilah peran kakak dan orang tua dalam mengawasi kegiatan “surfing” anak-anak di dunia maya.
         Setiap hari anak-anak akan bersentuhan dengan internet dalam kecepatan yang tak tertandingi. Pusat Kajian Komunikasi (PusKaKom) FISIP Universitas Indonesia menyebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia tahun 2014 telah mencapai angka 88,1 juta. 30 juta diantaranya adalah anak-anak. Motivasi 79,5 persen responden (anak) yang mengakses internet tadi, yaitu: untuk mencari informasi (dorongan tugas-tugas sekolah); untuk terhubung dengan teman (lama dan baru); serta untuk hiburan. Namun media digital saat ini ibarat mata pisau, bisa membantu anak-anak mendapatkan ilmu dan wawasan tambahan yang positif, sekaligus berdampak buruk bagi anak.Internet dalam hal negative dapat mengurangi aktivitas fisik anak. Duduk asyik sambil ngegame kini menjadi hobi favorit anak anak, khususnya di daerah perkotaan. Hal ini tentu tidak baik untuk kesehatan, selain itu anak menjadi agak anti social.Dampak negative lain yaitu akses pornografi. Akses pornografi sering disisipi dalam berbagai konten, sehingga secara tak sengaja pun anak dapat melihatnya.
Untuk itu pencegahan dan penanggulangan perlu dilakukan. Berikut beberapa hal yang dapat di lakukan orang tua serta kakak:
1.      1. Miliki Akun di Beberapa Jejaring Social
Bertemanlah dengan anak/adik di jejaring social tersebut.    Sesekali, mintalah anak-anak menunjukkan laman akun media sosial mereka, dengan cara yang santai dan tidak memaksa. Misalnya, dengan bertanya bagaimana cara membagikan foto dan seperti apa tampilan di laman tersebut.
2.     2.  Cobalah Menjadi Lawan Mainnya di Game Online
Sekalipun bukanlah seorang gamers, kakak/orang tua tetap bisa bersenang-senang sekaligus mendapatkan banyak wawasan baru, dengan bermain bersama anak menggunakan gadget-nya. Selain itu, kita juga dapat mengontrol apakah permainan itu cukup aman bagi anak. Cara terbaik dalam menjaga anak-anak dari game yang mengandung kekerasan adalah dengan memintanya menikmati permainan lain yang dapat dilakukan bersama.

3.      3. Bersama-sama Saksikan YouTube
Bisa jadi saat ini YouTube merupakan tontonan wajib anak-anak sat beraktivitas dengan gadget-nya. Saat ia sedang menonton YouTube, cobalah minta untuk berbagi tontonan, sehingga Anda tahu apa yang anak-anak lihat. Selebihnya, cobalah cari saluran tontonan yang mendidik, menyenangkan, dan seru untuk sekaligus menambah wawasan anak. Misalnya, video membuat bangunan dari balok Lego, atau cara membuat aneka kerajinan tangan. Atau bahkan video film kartun lucu yang dapat membuat Anda dan si kecil tertawa bersama. 
4.     
          4. Pelajari Cara Mengatur Kehidupan Digital Anak-anak
Ketika orang tua memberikan anak-anak perangkat digital seperti ponsel, komputer, tablet, atau gadget lain dalam kehidupan pribadinya, orang tua sebaiknya sekaligus menetapkan cara menggunakannya sebagai hukum atau aturan tetap di dalam rumah.Dengan memiliki aturan ketat atas penggunaan gadget, anak-anak akan lebih bertanggung jawab saat menggunakan gadget-nya. Anak-anak juga akan mengerti hukumannya jika melangar apa yang sudah menjadi aturan yang ditetapkan orangtuanya, tanpa perlu diawasi 24 jam oleh orang tua dan kakaknya..
5.     
          5.  Membuat Fitur Keamanan
Di samping itu, orang tua juga perlu menerapkan sistem keamanan dalam menggunakan internet. Misalnya, melihat apa saja yang perlu diatur dalam browser, seperti mengatur filter usia yang tepat. Jangan lupa, ajarkan pula anak-anak soal dasar-dasar pencarian yang aman (Google memiliki pengaturan yang aman dalam mesin pencarian), dan memberi mereka kode etik digital.

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Breath, Think, Evil, Angel, Survive, Here !

..

Followers

Contact Form






Back
to top