Menulis Artikel

Etimologi dan Pengertian Artikel
Asal usul, atau etimologi, artikel dapat ditelusuri dari kamus latin-Indonesia (K.Prent, C.M., dkk. 1969:68) yang menjelaskan etimologi "artikel" sebagai berikut, "articulus yang berarti bagian atau pasal." Sementara Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:66) menjelaskan "artikel" demikian, "karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai dalam majalah, surat kabar dan sebagainya."
     Dari pengertian kamus di atas, dapat disimpulkan bahwa artikel ialah bagian atau pasal dari sebuah wacana (tulisan) yang panjang. Dengan kata lain, artikel ialah tulisan prosa pendek, umumnya berkisar antara 700-1.200 kata.
     Sebagai karya tulis pendek yang lengkap, artikel merupakan ragam tulisan nonfiksi yang terdiri atas pembukaan, isi, dan bagian penutup. Ide atau topik, yang disampaikan dalam artikel -meskipun dikatakan "lengkap", tidak dimaksudkan ditulis secara detail secara detail seperti halnya sebuah tesis. Kelengkapan artikel bukan ditakar dari detailnya, namun dari struktur dan keutuhan gagasan yang disampaikan.

Teknik Menulis Artikel
Sebagaimana halnya menulis ragam tulisan lain, menulis artikel pun tidak sekali jadi. Dalam menulis artikel, dibutuhkan proses kreatif yang tentu saja tidak sama pada setiap penulis. Ada penulis yang sangat lancar menuangkan gagasannya ke dalam tulisan untuk satu topik. Namun, untuk topik yang lain, barangkali dibutuhkan waktu dan energi ekstra. Cepat tidaknya menyelesaikan sebuah artikel kerap bergantung pada topik, mood, penguasaan masalah dan suasana ketika menulis artikel tersebut.
     Adakah rumus yang manjur bagaimana menulis sebuah artikel agar dapat dimuat surat kabar, tabloid, dan majalah? Bagaimana kiat menulis artikel yang selain menarik, juga enak dibaca dan meninggalkan kesan yang mendalam pada pembaca?
     Rumusan yang dimaksudkan memang ada! Inilah rumusan yang berlaku secara umum.
-  Pemilihan tema yang aktual
-  Topik menarik perhatian sebagian besar pembaca
-  Disajikan dengan bahasa yang mudah dimengerti (populer)
-  Gagasan disusun secara terstruktur, mengalir, dan jelas disertai contoh konkret
-  Penyajian tidak bertele-tele
-  Panjang artikel 700-1.200 kata
-  Gaya penulisan padat dan bernas
-  Tulisan jelas dari segi logika dan bahasa (clear thinking dan clear writing)
-  Siap-saji. Artikel yang dikirim tidak merepotkan editor untuk mengedit dan mengolahnya kembali,  kecuali Anda benar-benar seorang pakar
-  Meninggalkan kesan mendalam bagi pembaca
     Akan tetapi, rumusan uum di atas dapat saja tidak berlaku, manakala seorang penulis adalah penulis pemula. Yang sering terjadi adalah subjektivitas redaktur opini dari media yang dikirimi naskah. Jika pengirim naskah dikenal secara pribadi, atau jika saja naskah itu merupakan naskah "titipan" maka kemungkinan besar akan dimuat. Meski demikian, ada juga redaktur opini yang cukup objektif. Asalkan sebuah naskah memenuhi syarat dan kaidh yang dipersyaratkan maka naskah tersebut akan dimuat.
     Banyaknya media semakin memberikan ruang bagi penulis artikel. Yang kerap terjadi adalah naskah sama yang ditampik suatu media, lalu dikirimi ke media lain yang sesuai dan dimuat. Berdasarkan pengalaman faktual maka rumusan yang "tidak umum" sebuah artikel sebagai berikut:
-  Mintalah syarat-syarat atau kriteria pembuatan naskah dari suatu media
-  Tanyakan topik atau tema apa yang mereka kehendaki
-  Mintalah gaya selingkung (in house style)-nya
-  Berkenalanlah dengan pengasuh rubrik secara personal

Isi (content)
Apa yang dimaksudkan dengan isi atau konten artikel?
     Bukan hanya untuk artikel, konten adalah bahan pokok atau esensi dari setiap tulisan. Konten adalah blok bangunan dasar dari setiap tulisan. Sebuah tulisan tanpa isi, tidak akan ada orang yang sudi membacanya. Isi menjadi alasan utama orang membaca buku, jurnal, majalah, surat kabar, browsing web, atau mengunduh blog dan facebook.
     Nilai dari suatu tulisan pada umumnya, atau situs didasarkan pada isi. Jadi, makala isinya baik, baik pula nilai yang dirasakan pembaca dari suatu medium. Namun, tidak mudah menghasilkan isi sebuah tulisan yang dianggap berharga oleh banyak orang. Khusus artikel, salah satu cara membuatnya bernilai ialah dengan meramunya sedemikian rupa sehingga isinya:
-  informatif
-  menarik
-  memecahkan masalah
-  menjawab pertanyaan
-  dan ditulis dengan baik
     Seorang penulis artikel harus menulis topik yang menarik, sehingga memancing sebanyak mungkin orang membacanya. Topik harus aktual (dari kata latin actu yang berarti: mengandung unsur kekinian, kebaruan, hangat) dan menggunakan kata yang populer (dari kata latin populus) yang berarti: menggunakan kata yang akrab dengan segmen pembacanya.
     Jangan menulis artikel terlalu panjang. Redaktur tidak punya banyak waktu untuk memotongnya atau menulisnya ulang. Sering terjadi, tema artikel menarik, namun karena terlalu kepanjangan, dan redaktur tidak ada waktu untuk menulisnya ulang sehingga tidak dimuat. Sesuaikan panjang artikel dengan space yang tersedia, hal ini dapat dilihat dari ketentuan dan tata aturan yang sudah digariskan. Namun biasanya, panjang sebuah artikel berkisar antara 700-1200 kata.
     Artikel yang dimuat di suatu media adalah hasil dari sebuah proses kreatif. Tiap penulis mempunyai proses kreatifnya masing-masing. Penulis sekaliber Arswendo Atmowiloto, William Chang, Christianto Wibisono, dan Goenawan Mohamad misalnya, mungkin sudah tidak memerlukan lagi mind map ketika menulis artikel. Mereka sudah mafhum bagaimana membagi space untuk menuangkan sebuah gagasan. Namun, untuk pembelajar, apalagi pemula, perlu mengikuti langkah-langkah yang berikut ini untuk menghasilkan artikel yang berdayaguna dan berhasil guna.

1.    Tentukan topik artikel anda
       Ketika hendak menulis, yang pertama kali ditentukan bukan judul. Seorang penulis perlu memutuskan topik apa yang ingin ditulis. Apakah akan menulis topik tentang pendidikan, sosial, politik, real estat, gaya hidup, olahraga, seni, budaya, e-commerce? Setelah mendapat gagasan pokok, selanjutnya penulis perlu memusatkan perhatian pada masalah yang lebih spesifik. Ada beberapa cara untuk melakukan ini. Salah satunya ialah membuat peta pikiran.
       Peta pikiran adalah diagram yang digunakan untuk membantu para penulis mengembangkan dan mengklasifikasikan ide, bagaimana menyusunnya, dan menatanya, sehingga dihasilkan sebuah tulisan yang fokus, tidak melebar. Dalam dunia penulisan, kerap pula disebut diagram sarang laba-laba (spider diagram) sebab gagasan pokok selalu berada di tengah-tengah persis seperti laba-laba yang senantiasa berada di tengah-tengah sarangnya. Adapun jaringannya adalah cabang-cabang gagasan pokok. Mana gagasan yang relevan dikembangkan dan disatukan, sedangkan yang tidak relevan dibuang, atau dijadikan tulisan yang lain lagi.
2.    Lakukan riset (kecil) pasar untuk topik yang telah anda pilih
       Setelah menemukan topik, lakukan riset pasar-sasaran anda untuk menentukan topik yang spesifik untuk artikel anda. Apa kira-kira pertanyaan yang akan muncul di benak pembaca dan mereka ingin ketahui jawabannya? Atau apa masalah spesifik yang mereka alami yang dapat anda bantu pecahkan? Lakukan pencarian secara online di bidang yang anda minati dan lihat apa yang menarik bagi minat pembaca? Anda juga dapat mencari informasi baik di forum dan blog apa yang sedang trend dan melihat apa yang sedang dibahas di sana. Apa topik minggu, bahkan hari itu, yang sedang mencuat ke permukaan? Lalu, anda ingin membahasnya dari sudut pandang mana? Cara termudah
3.    Temukan kata kunci yang digunakan oleh segmen dari pasar sasaran anda
4.    Brainstorming (dadarkan) topik untuk artikel anda
5.    Tulis kesimpulan artikel
6.    Mulai menulis
7.    Tulis pengenalan artikel
8.    Buat judul
9.    Mengoreksi artikel
10.  Langkahkan kaki menjauh dari artikel
11.  Membaca kembali artikel dan mengoreksi artikel
12.  Sebelum memposting artikel, sebaiknya anda menulis pengantar yang simpatik
13.  Biarkan dunia tahu artikel yang anda tulis



Sumber: Putra, R. Masri Sareb. 2010. Principles of Creative Writing. Jakarta: Indeks Penerbit

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Breath, Think, Evil, Angel, Survive, Here !

..

Followers

Contact Form






Back
to top