Pulang Untuk Berangkat

Aku pamit
Tanpa seucap kata
Tak seperti biasa

Kau temukan aku bising dengan semua rambu-rambuku
Hanya agar kau membuka mata, menajamkan telinga

Tapi kali ini berbeda
Tak ada lampu, tanpa rambu
Tak seperti biasa

Aku pamit
Pergi dari hiruk pikuk dan keramaian yang kuciptakan sendiri
Menghilang dari kerumitan yang kusulam sendiri
Kau tau apa namanya kegaduhan ini?
Kerapuhan hati
Haha, tapi ini hatiku
Yang rapuh adalah hati milikku
Jadi jangan salah menerka
Dan jangan semena-mena atas apa yang kusebut perasaan

Aku bebas memilah, memilih
Rute mana yang aku suka
Tapi entah mengapa
Selama ini aku nyaman berada di rute yang sama
Jalan buntu menujumu

Aku bebas memilah, memilih
Walau kau bagai harta karun yang kucari
Tapi harta karun hanya ada dalam cerita fantasi, memberi bahagia yang hanya ilusi
Jadi aku memilih, pamit

Tak kan ada aku di dunia fana
Tak kan ada aku di bayang-bayang maya
Tak kan ada aku disana, seribu kali kau mencarinya
Karna aku bukan yang kau sebut cinderella dan cerita cintanya

Aku pamit
Sekali lagi
Aku pamit untuk pulang, dan berangkat dengan kereta takdir
Aku lelah menemui ujung buntu

Kini waktunya keberangkatan
Jangan khawatir, apalagi memasang wajah sendu

Tak kan ada aku sepanjang mata kecilmu menerawang, kok.

Tapi ingat
Nanti kita akan bertemu di persimpangan
Tempat Tuhan goreskan jalan hidupku


CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Breath, Think, Evil, Angel, Survive, Here !

..

Followers

Contact Form






Back
to top