Jalan Cinta

Kadang orang berkata: carilah apa yang kau butuhkan bukan yang kau inginkan
Rasa-rasanya tak ada yang salah dengan kata itu
"BUKAN"
--apa-apa menjadi tabu karena "kata" yang tak bisa diterima khalayak
Yang di inginkan kadang lebih menggebu menggoda
Yang di butuhkan? Kadang hilang kadang menyapa

"KADANG" telah mendominasi puisi ini
Karna apa-apa yang diinginkan,
lagi-lagi,
'kadang' memang berbanding terbalik dengan kenyataan

Rasa-rasanya hidup ini tak adil
lagi-lagi,
'bukan' karena tak ada hakim yang mumpuni
tapi,
lagi-lagi,
'kadang' pilu memang harus begitu

tak mesti mahkamah yang harus berfatwa
tak mesti dunia yang bisa mencela sebisanya
tak mesti, tak harus, dan tak bisa, karna kita hanya insan yang hina

manusia
tercipta dengan hati sebening kaca
Bahkan urat nadinya, dekat sekali pada pencipta

Tau mengapa, jalan hidup kita kadang dikira skenario?
Karna yang kita 'kadang' inginkan, nyatanya tak datang
yang kita kira kebenaran, justru jurang kesalahan

Karna Tuhan tak pernah salah kaprah
Karna Tuhan, bahkan Rohman
pada sesiapapun,
yang lagi-lagi,
bahkan menista

Manusia itu, siapa tanpa Yang Esa?
Yang Maha Pertikel
Yang Maha Sayang,
dan Yang Maha Lembut, atas jalan hidup hamba-Nya.


.
.
.
.
.
.
"Allahumma isyfi syifa'an, laa yughadiru saqoma"
28/04/2017-19.15

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Breath, Think, Evil, Angel, Survive, Here !

..

Followers

Contact Form






Back
to top